Ventilasi adalah proses penyediaan
udara segar ke dalam dan pengeluaran udara
kotor dari suatu ruangan tertutup secara
alamiah maupun mekanis. Tersedianya udara
segar dalam rumah atau ruangan amat
dibutuhkan manusia, sehingga apabila suatu
ruangan tidak mempunyai sistem ventilasi
yang baik dan over crowded maka akan
menimbulkan keadaan yang dapat merugikan kesehatan
Fungsi utama ventilasi dan jendela antara lain : Sebagai
lubang masuk dan keluar angin sekaligus sebagai lubang pertukaran udara atau
lubang ventilasi yang tidak tetap (sering berupa jendela atau pintu); Sebagai
lubang masuknya cahaya dari luar (sinar matahari).
Agar udara dalam ruangan segar persyaratan teknis ventilasi
dan jendela sebagai berikut :
- Luas
lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan dan luas
lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas
lantai, dengan tinggi lubang ventilasi minimal 80 cm dari langit-langit.
- Tinggi
jendela yang dapat dibuka dan ditutup minimal 80 cm dari lantai dan jarak
dari langit-langit sampai jendela minimal 30 cm.
- Udara
yang masuk harud udara yang bersih, tidak dicemari oleh asap pembakaran
sampah, knaolpot kendaraan, debu dan lain-lain.
- Aliran
udara diusahakan cross ventilation dengan menempatkan lubang hawa
berhadapan antara dua dinding ruangan.Aliran udara ini diusahakan tidak
terhalang oleh barang-barang seperti almari, dinding, sekat-sekat, dan
lain-lain.
- Kelembaban udara
dijaga antara 40% s/d 70%.
Prinsip utama dari ventilasi adalah menggerakan udara kotor
dalam rumah atau di tempat kerja, kemidian menggantikannya dengan udara bersih.
Sistem ventilasi menjadi fasilitas penting dalam upaya penyehatan udara pada
suatu lingkungan kerja. Menurut ILO (1991), ventilasi digunakan untuk
memberikan kondisi dingin atau panas serta kelembaban di tempat Kerja. Fungsi
lain adalah untuk mengurangi konsentrasi debu dan gas-gas yang dapat
menyebabkan keracunan, kebakaran dan peledakan.
Secara umum kita mengenal beberapa bentuk ventilasi :
Ventilasi alami (Natural Ventilation): Merupakan
suatu bentuk pertukaran udara secara alamiah tanpa bantuan alat-alat mekanik
seperti kipas. Ventilasi alami masih dapat dimungkinkan membersihkan udara
selama pada saat ventilasi terbuka terjadi pergantian dengan udara yang segar
dan bercampur dengan udara yang kotor yang ada dalam ruangan.
Standar luas ventilasi alami (Suma’mur, 1987) lebih dari 20 %
luas lantai tempat kerja. Penggunaan ventilasi alami tidak efektif jika
digunakan dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas, debu dan vapours ditempat
kerja. Hal ini disebabkan tingkat kesulitan yang tinggi pada ventilasi alami terkait
penentuan parameter yang harus kita ketahui menyangkut kecepatan angin, tekanan
angin dari luar, arah angin, radiasi panas dan berapa besar pengaruh
lubang-lubang yang ada pada dinding dan atap, Ventilasi alami biasanya
digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesegaran dan kenyamanan pada tempat
Kerja yang tidak memiliki sumber bahaya yang tinggi.
Ventilasi Umum (General Ventilation): General
ventilation atau ventilasi umum biasanya digunakan pada tempat kerja dengan
emisi gas yang sedang dan derajat panas yang tidak begitu tinggi. Jenis
ventilasi ini biasanya dilengkapi dengan alat mekanik berupa kipas penghisap.
Sistem kerja yang dibangun udara luar tempat kerja di hisap dan di hembuskan
oleh kipas kedalam rungan bercampur dengan bahan pencemar sehingga terjadi
pengenceran. Kemudian udara kotor yang telah diencerkan tersebut dihisap dan di
buang keluar.
Ventilasi pengeluaran setempat (Local Exhaust Ventilation): Jenis
ventilasi ini dipakai dengan pertimbangan teknis, bahwa bahan pencemar berupa
gas, debu dan vapours yang ada pada tempat kerja dalam konsentrasi tinggi tidak
dapat dibuang atau diencerkan hanya dengan menggunakan ventilasi umum apalagi
ventilasi alami, namun harus dengan ventilasi pengeluaran setempat yang
diletakan tepat pada sumber pencemar. Bahan pencemar yang keluar dari proses
kerja akan langsung di hisap oleh ventilasi, sebelum sampai pada tenaga kerja.
Comfort Ventilation: Contoh
ventilasi ini dengan digunakanyya Air Conditioner (AC) pada suatu ruangan.
Jenis ventilasi ini berfungsi menciptakan kondisi tempat kerja agar menjadii
nyaman, hangat bagi tempat kerja yang dingin, atau menjadi sejuk pada tempat
kerja yang panas.
Faktor yang harus diperhatikan dalam membangun sistem
ventilasi, selain bentuk juga harus sangat diperhatikan kekuatan aliran dan
tata letak ventilasi. Letak ventilasi harus sesuai dengan priciples of dilution
ventilation, terutama untuk tempat kerja dengan resiko paparan bahan kimia.
You can se more at :
0 komentar:
Posting Komentar