Fungsi dan Prinsip Kerja Ventilasi

on Senin, 15 Desember 2014
Ventilasi pada banyak penelitian berperan penting dalam kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Banyak penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara ventilasi dan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti tuberculosis paru atau penyakit lainnya. Sebagai tenagakesehatan lingkungan, kita juga memahami ventilasi sebagai salah satu komponen standar rumah sehat.
Ventilasi  adalah  proses  penyediaan  udara  segar  ke  dalam dan  pengeluaran  udara  kotor  dari  suatu  ruangan  tertutup  secara alamiah  maupun  mekanis.  Tersedianya  udara  segar  dalam  rumah atau  ruangan  amat  dibutuhkan  manusia,  sehingga  apabila  suatu ruangan  tidak  mempunyai  sistem  ventilasi  yang  baik  dan over crowded  maka  akan  menimbulkan  keadaan  yang  dapat  merugikan kesehatan
Fungsi utama ventilasi dan jendela antara lain : Sebagai lubang masuk dan keluar angin sekaligus sebagai lubang pertukaran udara atau lubang ventilasi yang tidak tetap (sering berupa jendela atau pintu); Sebagai lubang masuknya cahaya dari luar (sinar matahari).
Agar udara dalam ruangan segar persyaratan teknis ventilasi dan jendela sebagai berikut :
  1. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan dan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai, dengan tinggi lubang ventilasi minimal 80 cm dari langit-langit.
  2. Tinggi jendela yang dapat dibuka dan ditutup minimal 80 cm dari lantai dan jarak dari langit-langit sampai jendela minimal 30 cm.
  3. Udara yang masuk harud udara yang bersih, tidak dicemari oleh asap pembakaran sampah, knaolpot kendaraan, debu dan lain-lain.
  4. Aliran  udara diusahakan cross ventilation dengan menempatkan lubang hawa berhadapan antara dua dinding ruangan.Aliran udara ini diusahakan tidak terhalang oleh barang-barang seperti almari, dinding, sekat-sekat, dan lain-lain.
  5. Kelembaban udara dijaga antara 40% s/d 70%.
Prinsip utama dari ventilasi adalah menggerakan udara kotor dalam rumah atau di tempat kerja, kemidian menggantikannya dengan udara bersih. Sistem ventilasi menjadi fasilitas penting dalam upaya penyehatan udara pada suatu lingkungan kerja. Menurut ILO (1991), ventilasi digunakan untuk memberikan kondisi dingin atau panas serta kelembaban di tempat Kerja. Fungsi lain adalah untuk mengurangi konsentrasi debu dan gas-gas yang dapat menyebabkan keracunan, kebakaran dan peledakan.
Secara umum kita mengenal beberapa bentuk ventilasi :
Ventilasi alami (Natural Ventilation): Merupakan suatu bentuk pertukaran udara secara alamiah tanpa bantuan alat-alat mekanik seperti kipas. Ventilasi alami masih dapat dimungkinkan membersihkan udara selama pada saat ventilasi terbuka terjadi pergantian dengan udara yang segar dan bercampur dengan udara yang kotor yang ada dalam ruangan.
Standar luas ventilasi alami (Suma’mur, 1987) lebih dari 20 % luas lantai tempat kerja. Penggunaan ventilasi alami tidak efektif jika digunakan dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas, debu dan vapours ditempat kerja. Hal ini disebabkan tingkat kesulitan yang tinggi pada ventilasi alami terkait penentuan parameter yang harus kita ketahui menyangkut kecepatan angin, tekanan angin dari luar, arah angin, radiasi panas dan berapa besar pengaruh lubang-lubang yang ada pada dinding dan atap, Ventilasi alami biasanya digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesegaran dan kenyamanan pada tempat Kerja yang tidak memiliki sumber bahaya yang tinggi.
Ventilasi Umum (General Ventilation): General ventilation atau ventilasi umum biasanya digunakan pada tempat kerja dengan emisi gas yang sedang dan derajat panas yang tidak begitu tinggi. Jenis ventilasi ini biasanya dilengkapi dengan alat mekanik berupa kipas penghisap. Sistem kerja yang dibangun udara luar tempat kerja di hisap dan di hembuskan oleh kipas kedalam rungan bercampur dengan bahan pencemar sehingga terjadi pengenceran. Kemudian udara kotor yang telah diencerkan tersebut dihisap dan di buang keluar.
Ventilasi pengeluaran setempat (Local Exhaust Ventilation): Jenis ventilasi ini dipakai dengan pertimbangan teknis, bahwa bahan pencemar berupa gas, debu dan vapours yang ada pada tempat kerja dalam konsentrasi tinggi tidak dapat dibuang atau diencerkan hanya dengan menggunakan ventilasi umum apalagi ventilasi alami, namun harus dengan ventilasi pengeluaran setempat yang diletakan tepat pada sumber pencemar. Bahan pencemar yang keluar dari proses kerja akan langsung di hisap oleh ventilasi, sebelum sampai pada tenaga kerja.
Comfort Ventilation: Contoh ventilasi ini dengan digunakanyya Air Conditioner (AC) pada suatu ruangan. Jenis ventilasi ini berfungsi menciptakan kondisi tempat kerja agar menjadii nyaman, hangat bagi tempat kerja yang dingin, atau menjadi sejuk pada tempat kerja yang panas.
Faktor yang harus diperhatikan dalam membangun sistem ventilasi, selain bentuk juga harus sangat diperhatikan kekuatan aliran dan tata letak ventilasi. Letak ventilasi harus sesuai dengan priciples of dilution ventilation, terutama untuk tempat kerja dengan resiko paparan bahan kimia.
You can se more at :

Energi Masa Depan Bumi

on Minggu, 19 Oktober 2014

Dewasa ini kebutuhan akan konsumsi energi sangat besar bagi pemenuhan seluruh aspek kehidupan. Namun kebanyak sumber daya yang dipakai saat ini masih beasal dari sumber daya atau energi yang beerasal dari jasad renik yang terurai melalui proses yang cukup lama hingga beribu-ribu tahun lamanya. Untuk hal itu kita harus mampu atau senantiasa berinovasi terhadap sumberdaya yang dapat diperbaharui atau terbarukan. Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi yang dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional  lain. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang.
Energi memiliki peran penting dan tidak dapat dilepaskan  dalam kehidupan manusia. Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas manusia sangat tergantung pada energi. Berbagai alat pendukung, seperti alat penerangan, motor penggerak, peralatan rumah tangga, dan mesin-mesin industri dapat difungsikan  jika ada energi. Namun, seperti yang telah diketahui, terdapat dua kelompok besar energi yang didasarkan pada pembaharuan. Dua kelompok tersebut adalah energi terbarukan dan energi yang tersedia terbatas di alam.
Energi terbarukan ini meliputi energi matahari, energi air, energi listrik, energi nuklir, energi minyak bumi dan gas sedangkan energi yang tersedia terbatas dialam meliputi energi yang berasal dari fosil/energi mineral dan batubara. Pada dasarnya, pemanfaatan energi –energi tersebut sudah dilakukan sejak dahulu.
Pemanfaatan energi yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan dapat menimbulkan krisis energi. Energi menjadi komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia karena hampir semua aktivitas kehidupan manusia sangat tergantung pada ketersediaan energi yang cukup.
Energi memiliki peran penting dan tidak dapat dilepaskan  dalam kehidupan manusia. Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas manusia sangat tergantung pada energi. Berbagai alat pendukung, seperti alat penerangan, motor penggerak, peralatan rumah tangga, dan mesin-mesin industri dapat difungsikan  jika ada energi. Namun, seperti yang telah diketahui, terdapat dua kelompok besar energi yang didasarkan pada pembaharuan. Dua kelompok tersebut adalah energi terbarukan dan energi yang tersedia terbatas di alam.
Energi terbarukan ini meliputi energi matahari, energi air, energi listrik, energi nuklir, energi minyak bumi dan gas sedangkan energi yang tersedia terbatas dialam meliputi energi yang berasal dari fosil/energi mineral dan batubara. Pada dasarnya, pemanfaatan energi –energi tersebut sudah dilakukan sejak dahulu.Pemanfaatan energi yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan dapat menimbulkan krisis energi.
Energi  menjadi  komponen  penting  bagi  kelangsungan  hidup  manusia  karena  hampir  semua  aktivitas  kehidupan manusia  sangat  tergantung  pada  ketersediaan  energi  yang cukup. Dewasa  ini  dan  beberapa  tahun  ke  depan,  manusia masih akan  tergantung  pada  sumber energi  fosil  karena sumber energi  fosil  inilah  yang  mampu  memenuhi  kebutuhan energi  manusia  dalam  skala  besar.
Sedangkan  sumber  energi alternatif /terbarukan  belum  dapat  memenuhi  kebutuhan energi manusia dalam skala besar karena fluktuasi potensi dan tingkat keekonomian yang belum bisa bersaing dengan energi konvensional. Di lain pihak, manusia dihadapkan pada situasi menipisnya cadangan  sumber  energi  fosil  dan  meningkatnya  kerusakan lingkungan  akibat  penggunaan  energi  fosil.
Kelangkaan energi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain. Pasalnya, populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun mengakibatkan permintaan terhadap energi juga meningkat. Di indonesia terdapat potensi sumber energi terbarukan yang masih belum di manfaatkan secara optimal. Apalagi di negara kita ini masih bergantung kepada sumber energi fosil yang ketersediaannya terbatas di alam.
            Melihat  kondisi tersebut  maka  saat  ini  sangat  diperlukan  pengetahuan  tentang apa itu energi terbarukan, sumber-sumber energi terbarukan, sekaligus masalah yant timbul dari pemanfaatan energi terbarukan agar didapatkan solusi atau kebijakan tentang pemanfaatan energi tersebut.
Kelangkaan energi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain. Pasalnya, populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun mengakibatkan permintaan terhadap energi juga meningkat. Di indonesia terdapat potensi sumber energi terbarukan yang masih belum di manfaatkan secara optimal. Apalagi di negara kita ini masih bergantung kepada sumber energi fosil yang ketersediaannya terbatas di alam. Sumber energi terbarukan yang ada di indonesia contohnya yaitu energi angin, energi air, energi matahari, energi gelombang pasang surut, energi panas bumi dll.
            Melihat  kondisi tersebut  maka  saat  ini  sangat  diperlukan  pengetahuan  tentang apa itu energi terbarukan, sumber-sumber energi terbarukan, sekaligus masalah yant timbul dari pemanfaatan energi terbarukan agar didapatkan solusi atau kebijakan tentang pemanfaatan energi tersebut.
Dari pemaparan diatas indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil.
Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energiyang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat. Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

Saat ini, menurut Greenpeace,baru 5% Pemerintah Indonesia  memanfaatkan energi terbarukan dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi. Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 peraturan pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi:
§  Minyak bumi kurang dari 20%
§  Gas bumi lebih dari 30%
§  Batubara lebih dari 33%
§  Biofuel lebih dari 5%
§  Panas bumi lebih dari 5%
§  Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5%
§  Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2%

Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil.
Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012).
Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
  1. relatif mudah didapat,
  2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
  3. tidak mengenal problem limbah,
  4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
  5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar (Jarass,1980).
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
  1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
  2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
  3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
  4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
  5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
  6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
Potensi sumber daya energi terbarukan, seperti; matahari, angin dan air, ini secara prinsip memang dapat diperbarui, karena selalu tersedia di alam. Namun pada kenyataannya potensi yang dapat dimanfaatkan adalah terbatas. Tidak di setiap daerah dan setiap waktu; matahari bersinar cerah air jatuh dari ketinggan dan mengailr deras serta angin bertiup dengan kencang Di sebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan tersebut, nilaii sumber daya energi sampal saat ini belum dapat begitu menggantikan kedudukan sumber daya energi fosil sebagai bahan baku produksi energi listrik. Oleh sebab itu energi terbarukan ini lebih tepat disebut sebagai energi aditif, yaitu sumber daya energi tambahan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi listrik, serta menghambat atau mengurangi peranan sumber daya energi fosil.
Indonesia adalah salah satu Negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah, apalagi sumber daya energinya bisa didapat dari berbagai alternative energi, dimana antaranya bisa dikembangkan menjadi energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak yang terus menurun dan menyusut.

Berikut 10 energi terbarukan yang dimiliki Indonesia dan berpotensi besar untuk menyediakan sumber energi berlebih.

1. Energi matahari

PT PLN (Persero) memanfaatkan energi ini untuk menerangi 1.000 pulau terpencil pada 2012.

2. Energi biomasa (biomass energy)
Sektor perkebunan menyumbang 64 juta ton limbah untuk energi ini.

3. Hydropower (sumber daya air)
Sungai-sungai dan air terjun di Indonesia sangat potensial bagi energi ini.

4. Energi dari laut (ocean energy)
Masih seputar lautan. Lautan menyediakan energi terbarukan (renewable energy), seperti energi gelombang atau pemanfaatan pasang surut air laut dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan energi panas air laut (ocean thermal energy)—yang berasal dari panas yang tersimpan dalam air laut.

5. Energi angin
Sepertiga luas Indonesia adalah lautan. Potensi angin sebagai energi terbarukan dengan menggunakan turbin angin untuk menghasilkan listrik.

6. Energi geothermal
Di dalam perut negeri ini, tersimpan 40 persen cadangan panas bumi di dunia. Mayoritas masih ‘tidur’ di bumi Andalas atau Sumatra. Cadangan panas bumi di Sumatra sebesar 6.645 Megawatt electric (MWe) atau hampir 50 persen dari total cadangan nasional, sebesar 15.882 MWe.

7. Hidrogen
Hidrogen memiliki potensi yang amat besar sebagai bahan bakar dan sumber energi.

8. BiodieselSaat ini, pengembangan biodiesel yang bersumber dari tanaman jarak (Jatropha) terus dilakukan. Sayang, energi ini belum dikembangkan secara maksimal.

9. Bioetanol
Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) di samping biodiesel. Bisa berbahan baku dari singkong, jagung, kelapa sawit.

10. Gasifikasi batu bara (gasified coal)
Beberapa perusahaan sudah mengembangkan dan memanfaatkan energi ini.


You can see more article at :


Potensi Bioinsektisida

on Jumat, 18 Oktober 2013

I.             Pendahuluan

Bioinsektisida adalah suatu bahan-bahan alami yang berasal dari alam dan bersifat racun/tocix. Bahan-bahan ini juga dapat membantu menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan atau aktifitas lain dari organisme yang dapat mempengaruhi kesehatan tanaman.

Penggunaan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan dapat digunakan sebagai salah satu alternatife penggunaan insektisida sintetik yang sering disebut pestisida nabati atau disebut juga bioinsektisida. Alternatif penggunaan bahan alam ini dianggap perlu karena kangundan residu dalam insektisida yang dianggap dapat berakibat fatal, bukan hanya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia tetapi juga dapat merugikan perdagangan karena produk pertanian yang diekspor dapat ditolak, karena mengandung bahan-bahan yang mungkin berbahaya dalam penggunaannya, conto seperti tumbuhan yang berfungsi sebagai insektisida ialah Chrysanthemum cenerariaefolium (piretrin), Nicotiana tabacum (nikotin), dan Derris spp. (retenon)

Potensi Bioinsektisida dapat dijadikan sebagai solusi pemecahan masalah dalam penggunaan insektisida sintetik. Karena dalam aplikasi bioinsektisida pada umumnya tidak menimbulkan residu yang berbahaya sehingga aman bagi kesehatan. Dan selain itu konsumen dalam negeri maupun luar negeri banyak mensyaratkan bahwa produk yang mereka beli harus bebas dari pengaruh bahaya insektisida sintetik. kesadaran akan pentingnya komoditas organic inilah yang menjadikan keunggulan dari penggunaan bioinsektisida.


II.           Isi

Serangan hama adalah salah satu factor yang dapat menghambat/menurunkan produktivitas tanaman pertanian sehingga serangan hama tersebut dapat menimbulkan kematian bagi sejumlah tanaman dan kerugian. Secara ekonomis tanaman tersebut tidak dapat menghasilkan sesuatu yang diharapkan oleh petani yang menanam tanaman tersebut.

Untuk menghindari agar tidak terjadi kerusakan dan kematian suatu tanaman serta kerugian yang ditimbulkan oleh hama tersebut maka harus dilakukan suatu penanggulangan hama. Pada praktiknya penanggulangan untuk mengendalikan hama ini sering kali digunakan pestisida kimia karena penggunaan pestisida tersebut yang mudah didapat dan sangat cepat serta ampuh memberantas hama, tetapi disamping itu pestisida-pestisida kimia ini sering kali ditambahkan dalam dosis yang berlebihan. Padahal akumulasi dari senyawa-senyawa kimia berbahaya yang terkandung dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan dan bahkan terhadap kesehatan manusia, serta juga dapat merusak ekosistem. Apabila dalam penggunaan pestisida tidak mengikuti aturan yang diberikan

Berdasarkan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida kimia tersebut maka kita dapat mengetasinya dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sebagai pestisida alternatif. Pestisida alternatif yang didapatkan dari bahan-bahan alami ini sering kali disebut bioinsektisida.

    Bioinsektisida adalah bahan aktif dari mikroorganisme yang dapat menginfeksi hama sehingga hama tidak lagi menyebabkan kerusakan pada tanaman. Jenis-jenis  mikroorganisme yang digunakan sebagai bioinsektisida mempunyai sifat yang spesifik yaitu:

1.  Hanya menyerang serangga yang menjadi sasaran.
2. Tidak menyerang serangga lainnya (serangga yang bermanfaat seperti : predator,  
    parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu).
3. Biopestisida atau bioinsektisida diperkenalkan sebagai alternatif cara baru 
    menangani hama.
4. lebih ekologis, murah, serta dapat diterima oleh para petani,
5. tidak memiliki banyak dampak negatif seperti yang ditimbulkan oleh pestisida kimia.

maka prioritas utamanya ialah upaya untuk pengendalian hama yang aman bagi produsen/petani dan konsumen serta menguntungkan petani. Dalam pembuatan pestisida pengganti, ilmu bioteknologi banyak berperan untuk membuat pestisida dari tanaman, pestisida dari mikroba, biokontrol, penggunaan feromon dan atraktan dalam pengontrolan hama, tanaman terproteksi.

Budidaya pertanian organik menjadi salah satu alternatif bagi pengendalian hama yang merugikan, adapun jenis-jenis mikrioorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama, antara lain :

- Jamur patogen Beauveria bassiana
- Bakteri Bacillus thuringiensis
- Cendawa beauveria sp.
- Metarrhizium sp
- Nematode patogen serangga, dan
- Virus Sl-NPV (Spodoptera litura- Nuclea Polyhidrosis Virus)

Mikroorganisme ini memiliki efektifitas yang sama dengan pestisida kimia. Namun, memiliki kelebihan seperti lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu yang berbahaya.


III.         Penutup

Kesimpulan

Potensi yang dimiliki pada bioinsektisida dalam penanggulangan hama lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan pestisida kimia atau insektisida sintetik. Karena tidak mengandung residu yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia,tidak mudah menimbulkan kekebalan hama, ekonomis dan ramah lingkungan. Meskipun dalam praktik yang dilakukan penanganan relative lambat. Untuk itu peranan bioinsektisida dalam penanggulangan hama ini akan lebih berpotensi jika dikembangkan lagi.


Referensi :

Hasil Ringkasan Pesentasi Kimia, Minggu, 15 September 2013

on Minggu, 15 September 2013

  • Rumus Kimia zat menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom dalam zat tersebut. Persamaan kimia / persamaan reaksi adalah penulisan secara simbolis dari sebuah reaksi kimia. dalam ilmu kimia dikenal dengan suatu hukum, yaitu hukum kekekalan energi yang menyatakan "energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.
  • Suatu persamaan disebut Setara jika jumlah suatu unsur yang ada di sebelah kiri sama dengan jumlah unsur yang ada disebelah kanan, dalam suatu reaksi ionik jumlah muatan yang ada di sebelah kiri dan sebelah kanan juga harus sama. (reaktan adalah zat dasar yang ada sebelum reaksi, sedangkan product adalah zat hasil yang ada sesudah reaksi)
  • Materi adalah suatu zat yang memiliki sama, volume dan sifat, materi mempunyai 2 sifat yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

untuk mengunduh materi presentasi tgl 15 September 2013 silahkan klik :


Diberdayakan oleh Blogger.